Bupati Zairullah Kukuhkan Bunda Literasi Tanah Bumbu

Screenshot_20220807-225125_Chrome~2

( PENGUKUHAN BUNDA LITERASI: Bupati Tanah Bumbu Abah HM Zairullah Azhar mengukuhkan Hj Wahyu Windarti Zairullah dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Tanah Bumbu dalam rangkaian acara peresmian gedung fasilitas layanan perpustakaan umum daerah Kabupaten Tanah Bumbu – Foto Dok )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar mengukuhkan Bunda Literasi Tanah Bumbu Hj Wahyu Windarti Zairullah dalam rangkaian acara peresmian gedung fasilitas layanan perpustakaan umum daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (04/08/2022).

“Dengan ini, saya Bupati Tanah Bumbu secara resmi mengukuhkan Hj Wahyu Windarti Zairullah sebagai Bunda Literasi Tanbu periode 2021-2025,” ucapnya disaksikan langsung Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI Deni Kurniadi, dan Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI Adin Bondan.

Abah Zairullah berharap keberadaan Bunda Literasi ini dapat menjadi role model dan menginspirasi dalam membangun sumber daya masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu yang berkualitas, produktif, dan berahlak mulia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI Deni Kurniadi mengatakan literasi merupakan sebuah kemampuan dan kualitas atau kemampuan untuk melek aksara yang di dalamnya termasuk pada kemampuan individu untuk membaca, menulis, serta bisa menyaring segala informasi yang beredar apakah hoaks atau fakta.

Literasi merupakan istilah umum mengacu pada kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, dan berhitung, dan dapat menjadi pemecahan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan di dalam kehidupan masyarakat, sehingga literasi tidak bisa lepas dari kemampuan dalam berbahasa.

Dia mengharapkan gerakan literasi secara esensial dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan literasi memberikan pilihan terhadap informasi yang dibutuhkan masyarakat. Dengan membaca, katanya, akan memahami dan mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan literasi ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga milik semua stakeholder dan seluruh masyarakat,” ucapnya.

RedWCM
   (Ajie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain