Vaksin Di Tanbu Kurang, Zairullah Lapor Ke Menko Perekonomian

01FB6BBD-DAAA-43C1-AA2C-138C520F5B4F-768x432
( RAKOR VIRTUAL : Bupati Tanbu dr HM Zairullah Azhar mengikuti rakor virtual bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto )

 

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Jumlah vaksin di Kabupaten Tanah Bumbu sangat kurang. Masalah ini dikeluhkan Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar ketika mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan Covid 19 bersama Bupati/Walikota se-Kalimantan Selatan bersama Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) RI Airlangga Sutarto di gedung Ideham Khalid, Banjarbaru, Jumat (20/08/2021).

Pada rakor virtual yang dipandu Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA tersebut, Zairullah meminta pemerintah pusat untuk menambah jumlah vaksin di Kabupaten Tanah Bumbu seperti yang pernah diusulkan sebelumnya kepada Pj Gubernur Kalsel.

Penambahan jumlah vaksin ini, katanya, sangat perlu mengingat antusias warga untuk ikut vaksinasi cukup tinggi.

Namun kenyataan saat ini Pemkab Tanbu mengalami persoalan keterbatasan vaksin yang harus dicarikan jalan keluarnya.

“Sebagaimana kita dengar bahwa bakal ada tambahan vaksin sebanyak 70 juta dan semoga ini bisa terbagi, karena harapan kami supaya ada keseimbangan, bukan hanya di pulau Jawa tapi di luar pulau Jawa khususnya seperti Kalsel,” pintanya.

Bupati mengatakan, vaksinasi ini sejatinya harus dilakukan secara maksimal, sehingga seimbang dengan kegiatan yang telah dilakukan yang sifatnya dari hulu dan berkaitan dengan P3M maupun 5M.

Oleh sebab itu, Bupati Tanbu mengusulkan kepada pemerintah pusat agar bisa secepatnya membagikan vaksin, sehingga langkah strategis yang dilakukan selama ini bisa seimbang dan lebih sinergis.

“Bahkan jadi catatan khusus, kalau misalnya pemerintah pusat secara nasional memang belum bisa melakukan penganggaran secara maksimal, kita usul agar daerah daerah diberikan kelonggaran untu pembelian vaksin, tapi tentu mendapatkan payung hukum agar pelaksanaan itu bisa mendapatkan legalitas,” jelasnya.

Bupati melaporkan, pelaksanaan vaksinasi di Tanah Bumbu pada dosis pertama sekitar 11,7 persen. Sedangkan dosis kedua 7,2 persen dan dosis ketiga baru 0,01 persen.

“Selaku dokter saya merasa miris rasanya, segala yang kita lakukan gerakan pencegahan seperti 5M, penyuluhan, memakai masker dan cuci tangan tapi vaksin tidak ada,” tambah dia.

Lebih lanjut, Zairullah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sudah melakukan langkah strategis dalam hal penanganan Covid. Mulai pendirian posko di tiap desa, sosialisasi hingga menyiapkan rumah sakit darurat.

Merespon masalah ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku sudah melaporkan perihal animo warga minta divaksin itu kepada Presiden.

“Saya melaporkan kepada presiden masyarakat begitu antusias bahkan ada yang saat pulang, namun vaksinnya sudah habis. Presiden pun menjawab bahwa semua punya persoalan yang sama di tiap daerah,” imbuhnya.

Menurutnya, persoalan mendasar pemenuhan vaksin itu tak seperti membeli pisang goreng. Jadi harus pesan sesuai jadwal.

“Ini baru pesanan minggu ke empat jadi sesuai dengan vaksin datang kita langsung bagikan,” ujarnya.

Saat ini, katanya, pemerintah sudah membeli vaksin sampai akhir tahun dengan jumlah 428 juta. Namun dari jumlah itu, baru 90 juta yang bisa divaksinasi di semester satu dan semester dua.

“Semoga ini tetap sesuai schedule dan pembagian vaksin di Kalsel bisa sesuai harapan masyarakat dan kepala daerahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, rakor virtual bersama Menko Perekonomian RI dan Pj Gubernur Kalsel dihadiri Kejari Tanbu dan Kapolres Tanbu.

 

 

(RedWCM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain