Tanah Bumbu Dinilai Siap Miliki Bendungan Seperti Tapin

IMG-20211110-WA0068

( LIHAT BENDUNGAN : Sekretaris Daerah Tanah Bumbu H Ambo Sakka melihat langsung hasil pembangunan Bendungan Tapin di Desa Pipitak, Kecamatan Piani )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Kabupaten Tanah Bumbu dinilai mampu membangun bendungan seperti yang ada di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Penilaian itu diungkapkan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Fikri Abdurrachman ST MSc ketika mengajak Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka didampingi sejumlah Kepala SKPD, berkeliling melihat lokasi Bendungan Tapin di Desa Pipitak, Kecamatan Piani, Rabu (10/11/2021)

“Iya saya kira secara fisik, secara teknis bisa dan sarana prasarananya sudah ada potensi irigasinya sudah ada, mudahan bisa mengatasi banjir di Tanah Bumbu,” kata Fikri Abdurrachman di sela memperlihatkan Bendungan Tapin.

Pria akrab disapa Fikri ini mengaku sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Pemkab Tanah Bumbu yang berkunjung ke Tapin.

“Kami juga paham bahwa ada keinginan pada masyarakat Tanah Bumbu untuk bendungan Kusan, mudah-mudahan bersama-sama kita perjuangkan. Intinya kami sangat mendukung. Masalah-masalah selalu ada nanti sama-sama dicari nanti solusinya. Insya Allah kita dukung terus, terkait teknisnya sudah aman,” ungkapnya.

( KORDINASI : Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka   dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Fikri Abdurrachman, Tinjau Lokasi Bendungan Tapin di Desa Pipitak Kecamatan Piani )

Ia memaparkan, luas bendungan Tapin tercatat hanyalah sekitar 600 hektar. Sementara Tanah Bumbu memiliki luas 2.000 hektar. “Jadi ya luasnya itu sekitar 500 hektar terus tampilan (Bendungan Tapin), kalau yang Kusan itu lebih luas lagi sampai 2.000 hektar,” ujarnya.

Sekedar diketahui, anggaran pembangunan Bendungan Tapin mencapai Rp 1 triliun atau sekitar Rp 986,5 miliar. Pembangunan bendungan dimulai akhir 2015 dan selesai akhir 2020 lalu

“Untuk irigasi 5.000 hektar, dan air bersih 500 liter/detik sama listrik PLTA 3,30 MW. Sampai sekarang masih kita bangun jaringan, mudahan segera mungkin setahun dua tahun rampung,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Tanbu DR H Ambo Sakka mengatakan, Pemkab Tanbu sudah sangat siap membangun bendungan.

“Sangat mendesak karena banjir di Tanah Bumbu itu kan bukan hanya langganan hujan. Bisa terjadi 3 sampai 4 kali dalam setahun. Saya kira itu sangat mendesak, kami menganalisa tidak ada jalannya kecuali bikin bendungan itu,” tuturnya.

Oleh karena itu, H Ambo Sakka sangat berharap dukungan dari Kepala Balai Sungai Kalimantan terkait pembangunan bendungan secara teknisnya dan meminta arahan selanjutnya.

“Saya kira hampir semua dokumen yang dibutuhkan tadi sudah disiapkan. Kami berharap sekaligus minta dukungannya. Kalau sudah ada bendungan itu saya kira bisa dikendalikan. Belum bisa dicegah tetapi bisa dikendalikan,” tuturnya.

Sekda bersama Bupati Tanbu dr HM Zairullah Azhar hingga saat ini terus berupaya mengekspose kembali rencana pembangunan bendungan ke Kementerian RI.

“Yang terus kami sampaikan ialah terkait kesiapan kami. Seperti itulah sangat mendesak di Tanbu. Mudah-mudahan di kementerian nanti lansung direspon dengan baik sehingga dalam waktu tidak terlalu lama itu bisa kita wujudkan,” tandasnya.

RedWCM

   (Ajie)

Berita Lain