Siaga Ancaman Banjir, BPBD Tanbu Susun Rencana Kontijensi

EF4CECCD-9AB3-4C33-8BC7-FB20BF7E7A1D-768x576

( EKSPOSE: BPBD Tanbu ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Banjir tahun 2021 )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Banjir tahun 2021 di ruang rapat BPBD, Senin (15/11/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanbu, Eriyanto Rais mengungkapkan, maksud dan tujuan ekspose tersebut adalah menyusun dokumen perencanaan kontijensi untuk ancaman bencana banjir sehingga mampu mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi dan strategi yang tepat untuk penanggulangan banjir di Kabupaten Tanah Bumbu agar lebih optimal ke depannya.

“Dengan ekspose ini pedoman tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Tanah Bumbu dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, efektif serta efisien terutama berbagai dasar memobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan (stake holder) yang mengambil peran dalam kondisi darurat,” kata dia.

Menurutnya, sasaran penyusunan rencana kontijensi banjir di Kabupaten Tanah Bumbu yaitu lembaga pemerintah di Kabupaten Tanah Bumbu yang memiliki keterkaitan tugas pokok dan fungsi dalam bidang penanggulangan bencana.

Kemudian, multi pihak (stakeholders) terkait yaitu pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha dan media.

“Dokumen rencana kontijensi Kabupaten Tanah Bumbu untuk ancaman banjir, dapat diterapkan dalam kebijakan penanggulangan bencana banjir yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu,” sebutnya.

Pada rentang waktu 2004-2019, papar dia, secara keseluruhan Kabupaten Tanah Bumbu telah mengalami 59 kali kejadian dengan 6 jenis bencana.

Bencana yang pernah terjadi yaitu banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi, kekeringan, angin kencang serta kebakaran hutan dan lahan.

“Dari jenis bencana tersebut, bencana banjir merupakan jenis bencana yang paling sering terjadi yaitu sebanyak 26 kali kejadian,” bebernya.

Proses penyusunan dilakukan secara bersama dan terbuka, pembagian dan tugas setiap pemangku kepentingan berdasarkan bidang tugas yang sesuai dengan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana.

“Rencana kontijensi selalu dimutakhirkan atau dikaji ulang secara periodik berdasarkan perubahan komponen resiko, penambahan dan perubahan/pengurangan sumberdaya dan perubahan ancaman bencana,” ujar dia.

Hadir pada kegiatan ekspose tersebut Dandim 1022 Tanah Bumbu, Polres Tanah Bumbu, DanPos AL Tanah Bumbu, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu yang membidangi urusan kebencanaan, beberapa Kepala Dinas, beberapa Camat, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Sahruddin sebagai narasumber serta Konsultan CV Madani Callysta Saibuyun Yogyakarta.

RedWCM
    (Ajie)

Berita Lain