Dinas Pertanian Inginkan Senergitas Dinas PUPR untuk Membangun Saluran Air Irigasi di Kusan Tengah

IMG20211101172803

( GAPOKTAN : Gabungan Kelompok Tani Sukamaju Bersama Kadis Pertanian FAURAJI AKBAR Di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kusan Tengah )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Tak bisa dipungkiri, jika letak geografis desa yang berada dekat Sungai selalu menjadi langganan banjir apabila intensitas curah hujan yg tinggi, Senin (01/10/2021)

Dari hal itu, terdapat fakta banjir yang merendam persawahan menyapa desa, juga di tambah sistim dranaise yg tidak berfungsi dengan baik, panen melimpah, dengan hasil serta penjualannya yang melimpah merupakan dambaan semua petani. Namun, yang terjadi beberapa waktu ini, banyak terjadi, ada sebagian tapi ini masih perlu dioptimalkan lagi harapan petani ingin mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak hasil panennya,

misalkan di daerah bantaran sungai dengan daerah lereng gunung seperti Desa saring dengan Desa sepunggur nah itu kan agak miring jadi, kalau dipaksakan kayaknya bisa karena namanya tadah hujan karena perputaran ada musim kemarau dan penghujan mungkin itu faktor itu yang selama ini pengaruh-pengaruh dari hasil produksi kurang maksimal, kepada pemerintah perlu ditingkatkan infrastruktur pembuatan drainase saluran lagi supaya lebih pengaliran air akan lebih cepat dan juga bisa menambahkan air apabila dalam kekurangan-kekurangan,

Tuntutan terhadap petani adalah menjaga lahan pertanian agar tidak terjadi gagal panen. Sebab, kondisi tersebut tidak hanya membuat petani merugi, tetapi juga menyebabkan produktivitas pertanian menurun.

( Kepala Dinas Pertanian Meninjau Lahan Pertanian yang dikeluhkan para petani Kecamatan Kusan Tengah di ikuti sejumlah awak media Tanah Bumbu)

Dalam hal ini, Ketua Gapuk kelompok Tani Sukamaju Desa Manurung kecamatan kusan Tengah Abdul Rajak, Gagal Panen yang terjadi semenjak tahun 2019 hasil panen Padi Mulai menurun hampir sebagian semua petani, dari 210 hektar persawahan di desa Manurung

Dari 18 kelompok tani sebagian mengalami penurunan dalam produksi hasil panen, yang sebelum nya dalam satu kali panen, dalam satu kelompok mendapat kan rata rata 6 ton, dan untuk sekarang hasil panen kami Hanyar sekitar 4,5ton lebih

“hampir sebagian Petani setempat merasa kepahitan yang di rasakan, kerena tak lebih hampir 20% lebih hasil produksi panen padi gagal,”tegas Rajak

( Ketua Kelompok Tani Desa Manurung Abdul Mu’in Inginkan Pembuatan Tanggul Dan Bendungan Dan Irigasi  Persawahan DiBuatkan  )

Sementara Regenerasi Pemuda Ketua Gepuk Tani Desa Mudalang Abbdul Mu’in, petani kita di kusan tengah khususnya memang sangat rendah Regenerasi itu hampir tidak ada karena apa penunjangnya kita di pertanian ini kan ya boleh dikata minim khususnya di desa mudalang ini yang sangat urgent itu diperlukan adalah fasilitasnya yang berbenturan langsung dengan bantaran Sungai kusan itu adalah bendungan yang diperlukan Pembangunan bendungan kurang lebih 5 km panjangnya bendungan ini selain daripada membendung air sungai limpasan air sungai kusan untuk ke persawahan juga menjadi Jalan lintas antar desa Rantau panjang hulu mudalang Rantau panjang Hilir setiap akhir tahun di bulan 11 12 sampai bulan saat itu pasti banjir yang sangat mengganggu dengan Air Rob tersebut.

di tahun 2019 – 2020 itu permukaan air sungai kusan itu kurang lebih 9 centi aja sekarang di 2020/2021 itu sudah mencapai 16 senti, kemudian kerusakan,dari hamparan Sawah di desa dalam tersebut

yang kedua kita selama ini kita perbaikan ke sektor hulu sementara ke sektor Hilir nya belum menyentuh khususnya petani petani kita jadi kita mengharap sangat mengharap berupa percepatan Pembuatan tanggul bendungan, tersebut

Sementara Dari Orientasi Hasil Penjualan hasil Panen, supaya nilai untungnya bisa meningkat meregenerasi, petani merangsang petani ini untuk meregenerasi nya karena apa nilai ekonominya itu dari pertanian kecil nah kita digenjot oleh pemerintah untuk tanam 2 kali dalam satu tahun sedangkan permodalan kita dari modal pertama ini tadi ditahan di tahun kedua ini malah mengurang bukan menambah mengurangi jadi terganggu lagi permodalan untuk tanam pertama nah disitulah minatnya terus pas ke pasar ini masih agak sedikit perlu teknik penambahan lagi bagaimana supaya minat ketertarikan regenerasi petani ini ada membangkitkan itu dulu ke sektor Hilir nya, kalau ke sektor hulu nya perbaikan saluran pembuatan tanggul

( Tokoh Petani Desa Mudalang Abdul Munem Besama Kadis Pertanian Fauraji Akbar )

Kadis Pertaniaan Tanbu Fauraji Akbar perlu ditindak lanjuti apa langkah-langkah yang akan dilakukan sebelum ini, sebetulnya hasil panen bagus saja, hanya di tahun-tahun ini aja yang jadi masalah jadi persoalan petani ini jadi tahun 2020 dimana perlu di ketahui sebagian yang tampak sekali sebetulnya yang di lain juga panen bagus, yang di desa langsung misalnya kusan hulu itu kan cukup berhasil, cuma yang di sini saja yang sedikit,

( Wawancara : Kadis Pertaniaan Tanbu Fauraji Akbar Saat Ditemui Awak Media Di lokasi Desa Mudalang Kecamatan Kusan Tengah )

“Selanjutnya kenapa kita ini tidak pernah istirahat, sementara per pergantian air hujan terus terjadi kesempatan itu yang dikejar petani ternyata di akhir-akhir panen ada yang kena, yang kena hama penyakit dan sebagainya ada juga yang tenggelam tanaman padi nya yang disampaikan persoalan dari petani,”Tegasnya

Selanjutnya untuk mengatasi PH lahan sawah yang rendah perlu saluran air persawahan yang lancar, pengapuran pada lahan pertanian sesuai dengan kondisi lahan yang sudah ditetapkan oleh tim ahli dengan penambahan bahan organik atau kompos.
di olah lagi jadi secara keseluruhan yang salah itu bisa kita arahkan, seperti apa yang ditanam oleh petani.

“kemudian dari sistem drainase yang saluran yang sudah ada sebetulnya, tidak maksimal dalam sistim sirkulasi pengairan mudah-mudahan nantinya Dinas Pertanian akan Bersinergi Dengan Dinas PUPR Tanbu selama dengan ini, Dan Pemkab Tanbu Rencana Akan Merelaksasi Saluran Air Pertanian Pada Anggaran Tahun 2022,” Sebutnya.

Bagaimana caranya pemerintah bisa mengatasi agar hasil produksi petani ini bisa terjual dengan harga baik nah ini sebetulnya problem-problem sangat besar dan ini nanti, mudah-mudahan kita sarankan kepada Dinas perdagangan untuk bisa jeli agar membatasi masuknya barang dari luar dari Sulawesi , dan tadi sudah saya kumpulkan kepada kelompok-kelompok tokoh- petani agar mereka juga mempertahankan kualitas padinya

ini bukan persoalan bibitnya tapi bagaimana nantinya peranan petani dan penyuluh ke depan ini akan lebih baik yang jelas dukungan bapak Bupati tanah bumbu bagaimana meningkatkan produksi ini terhadap petani sangat tinggi terutama dalam anggaran bantuan tadi di tahun 2022 mudah-mudahan itu bisa membuat produksi kita bisa lebih baik lagi tercapai apa yang diinginkan oleh karenanya kita usahakan mudah-mudahan ini bisa menjadi kan produksi sektor lumbung Padi

RedWCM
    (Ajie)

 

Berita Lain