Polres Tanbu Amankan Dua WN Tiongkok, Diduga Lakukan Aktivitas Penambangan Batubara Ilegal Di Kusan Hulu

IMG-20211123-WA0010

( PASANG GARIS POLISI : Jajaran Polres Tanbu memasang garis polisi di mobil dump truk yang dijadikan barang bukti dugaan aktivitas tambang batubara ilegal )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Jajaran Polres Tanah Bumbu mengamankan lima orang yang diduga melakukan penindakan aktivitas penambangan liar di Desa Mangkal api, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel, Senin (22/11/2021). Dua di antaranya teridentifikasi merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Kelima orang yang saat itu tengah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut yaitu berinisial DG (28) warga Batam, AR (33) warga Kotabaru dan SR (35) warga Tanah Bumbu. 

Sedangkan dua WNA yang diamankan berinisial LS (35) dan LZ (55), keduanya merupakan WNA asal Tiongkok yang diketahui tinggal sementara di Kabupaten Tanah Bumbu. 

Dari penyelidikan awal polisi, kelima orang yang diamankan tersebut memiliki peran masing-masing dalam aktivitas diduga penambangan ilegal

DG berperan sebagai juru bicara sekaligus penerjemah bahasa, LS sebagai manajer operasional, LZ sebagai pengawas tambang, lalu AR dan SR berperan sebagai operator alat berat.

( AMANKAN EKSKAVATOR : Polisi juga turut mengamankan ekskavator yang digunakan untuk melakukan penambangan batubara secara ilegal  )

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu AKP Made Rasa, Selasa (23/11/2021) mengatakan, tak cuma lima orang tersebut, polisi juga berhasil mengamankan sederet barang bukti di TKP.

“Tak kurang ada 11 alat berat berupa ekskavator dan dozer serta 20 dump truk diamankan dan sejumlah tumpukan batubara juga dipasangi garis polisi. Sementara, batubara yang ada di pelabuhan masih dalam tahap penyelidikan,” sebutnya.

Made Rasa kembali melanjutkan, kelima orang dan sederet barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh Polres Tanah Bumbu untuk penyidikan lebih lanjut atas dugaan tindak pidana tentang Penambangan Tanpa Izin sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-udang Nomor 02 tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara (Minerba) Jo 55 KUHP.

RedWCM
    (Ajie)

Berita Lain