DPO,Tim Tabur Kejari Tanbu Tangkap kasus Dugaan Korupsi BBM DLH

IMG-20210709-WA0005
 KONFERENSI PERS : Kejari Tanbu melakukan penangkapan ZK atas dugaan korupsi pengadaan BBM  DLH di Kabupaten Tanbu 

 

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Pelaku kasus dugaan korupsi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) ZK (51 Tahun) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil ditangkap oleh Tim Operasi Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Negeri (Kejari) RI lewat tim Tabur Kejari Tanbu, Kamis (8/7/2021) sekitar pukul 18.30 WITA.

Setelah ditangkap, pelaku langsung dilakukan penahanan yang dititipkan di Rumah Tahanan Polres Tanbu mulai 20 hari kedepan sesuai surat. Terhitung, sejak 8 Juli 2021 hingga 27 Juli 2021.

ZK yang diketahui berstatus pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), ditangkap saat tengah berada di komplek Jalan Raya Pelaihari menuju arah Batulicin.

“Alhamdulillah tadi sekitar pukul 18.30 WITA, yang bersangkutan terdeteksi berada di kompleks perkantoran Kabupaten Tala. Kami pun langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi di dapat dari tim dilapangan,” kata Kejari Tanbu M Hamdan, SH melalui Kasi Intel Andi Akbar Subari, Kamis (9/7/2021).

Sebelumnya pihaknya sudah beberapa kali dilakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku, namun pria diketahui bermukim di Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanbu ini selalu tidak ada ditempat.

“Pelaku ZK sebenarnya sudah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO selama setahun terakhir, kami sudah sering melakukan pencarian sebelumnya. Namun baru dapat ditangkap seusai pihak Kejari terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku,” terangnya.

Ada pun awal mula duduk perkara menjerat ZK ialah pada saat dirinya diketahui kedapatan melakukan tindak pidana korupsi dalam belanja bahan bakar minyak, pelumas dan operasional Kecamatan Kusan Hilir pada DLH Kabupaten Tanbu di tahun anggaran 2017-2018 silam.

Hal ini berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel. Di mana setelah diperiksa terdapat kerugian negara sebesar Rp310.860.000.

“Pelaku pada saat itu masih menjabat sebagai koordinator juru tagih kebersihan di Kecamatan Kusan Hilir, namun dalam perjalanannya ZK ini mengundurkan diri dengan memilih pensiun dini dari ASN,” bebernya.

Kejari menganalisa kronologi perkaranya ialah DLH Tanbu memiliki anggaran kegiatan belanja bahan bakar minyak dan pelumas kendaraan operasional kebersihan sebesar Rp1, 224 Miliar pada tahun 2017 lalu.

“Untuk kegiatan ialah terkait operasional truk pengakut sampah dan kendaraan roda tiga pengangkut sampah,” tuturnya.

Mendapat kepercayaan selaku kordinator juru tagih kebersihan Kecamatan Kusan Hilir sesuai dengan surat keputusan (SK) DLH Kabupaten Tanbu, dirinya hanya memberikan uang sebesar Rp250.000 sampai Rp300.000 perminggunya kepada para supir atau petugas kebersihan.

“Hal itu berlangsung sampai dengan 2018 dengan kegiatan yang sama dilakukan oleh tersangka ZK,” ungkapnya.

Kejari Tanbu sendiri bakal menjerat ZK dengan sejumlah pasal, diantaranya pasal 2 Ayat 1 Juncto 18 UUD 20 Tahun 2001. Lalu Juncto No 30 tahun 1999 tentang pidana korupsi juncto pasal 6 ayat 1 KUHP subsider pasal 3 juncto pasal 18 undang – undang No 20 Tahun 2001 sebagai mana diubah No 30 tahun 1999, tentang pembersihan Pidana tentang korupsi untuk pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(RedWCM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain