Blue Bird Siapkan Strategi Hadapi Perpanjangan PPKM Mikro

060999000_1556014618-20190423-Blue-Bird-Siap-Operasikan-Taksi-Listrik-Pertama-di-Indonesia7

Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang akan dimulai pada 23 Maret-5 April 2021. Ada tambahan lima provinsi yang wajib memberlakukan PPKM tersebut. Dengan perpanjangan PPKM itu, bagaimana dampaknya terhadap PT Blue Bird Tbk (BIRD)?

Investor Relation PT Blue Bird Tbk, Michael Tene menuturkan, perpanjangan PPKM skala mikro juga berdampak terhadap perseroan. Hal ini seiring berdampak terhadap mobilitas masyarakat, tetapi tergantung dari ketentuan PPKM.

 

Akan tetapi, hal itu bukan hal yang mengejutkan karena perseroan juga pernah hadapi pembatasan sosial skala besar (PSBB) pada 2020 yang diperpanjang dan kadang diperketat.

“Jadi kami sudah tahu strategi apa yang perlu kami jalankan dalam kondisi seperti PPKM yang diperpanjang,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, ditulis Minggu (21/3/2021).

Selain itu, Michael menegaskan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang di tengah pandemi COVID-19.

Baru-baru ini, PT Blue Bird Tbk juga terseret kabar mengenai merger Tokopedia dan Gojek. Perseroan dinilai juga akan mendapatkan dampak positif dengan rencana merger Tokopedia dan Gojek.

Saat dikonfirmasi mengenal hal itu, Michael mengatakan, pihaknya telah bekerja sama operasional dengan Gojek. Kerja sama operasional itu dengan pelanggan dapat memesan taksi melalui aplikasi Gojek.  Ia menuturkan, Gojek juga memiliki saham di Blue Bird. ”Gojek memang memiliki sekitar 4 persen kepemilikan di Blue Bird,” kata dia.

PT Blue Bird Tbk telah bekerja sama dengan Gojek pada 1 Februari 2017. Kerja sama itu dengan menambah layanan pemesanan taksi Blue Bird lewat aplikasi Gojek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain