Wabup Tanbu Resmikan Ponpes Rumah Tahfizd Arju Safa’ah

69BEB966-DDE7-4B6E-AE9C-68E2C28572B1-768x512
( SIMBOLIS POTONG PITA  : Wakil Bupati Tanah bumbu Muhammad Rusli Meresmikan Pondok pesantren PONPES Rumah Tahfizd Arju Safa’ah di kecamatan Mantewe )

 

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli meresmikan pondok pesantren (Ponpes) Rumah Tahfidz Arju Safa’ah di Kecamatan Mantewe, kabupaten tanah bumbu

Pada kesempatan itu, Muhammad Rusli mengatakan, peresmian ini sangat penting dan strategis dalam rangka upaya menumbuh kembangkan minat baca Al-Qur’an di kalangan masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi diresmikannya Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Arju Safa’ah ini,” katanya usai peresmian,Rabu(07/07/2021)

Ia menilai, dengan ketersediaan Ponpes Rumah Tahfidz di Desa Mantewe ini diharapkan mampu menjadi penggerak, pembina dan pengembang bagi generasi muda Islam di Bumi Bersujud.

“Harapannya ya, mereka di sini bisa untuk mendalami kalam-kalam Ilahi,” tuturnya.

Sehingga nantinya, kata dia, akan muncul ahli Qu’ran dan para penghafal Al-Qur’an akan memakmurkan agama Islam. “Terutama dalam mewujudkan Bumi Bersujud sebagai Serambi Madinah,” ucapnya.

Sementara itu, pendiri Ponpes Rumah Tahfidz Qur’an, Habib Ustman Allydrus mengutarakan pembangunan rumah untuk menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah nazar ketika sedang sakit. 

“Padahal menurut dokternya itu mustahil, tidak bakal hidup lagi, ketika bernazar begitu diberikan kesembuhan, makanya hingga saat ini terus istiqomah menjadi penghafal Al-Qur’an,” katanya.

Ia memaparkan, potensi penghafal Qur’an di daerah tersebut sangatlah minim, namun dia terus berupaya memotivasi dan membimbing.

“Ibaratnya kita lah berusaha mati-matian. Makanya setiap anak-anak itu, kalau kita menjaganya atau menerima setoran itu bahkan satu anak itu mencapai satu jam, karena setorannya itu tidak hanya hafalan saja, tapi dibimbing dengan cara sistem diacak,” bebernya.

Dengan begitu, ketika ia bakal mengikuti musabaqah, maka nantinya akan lebih mudah untuk mengetahuinya.

“Karena kebanyakan rumah tahfidz di Tanbu ini yang orangnya ratusan atau ribuan tapi tidak berentetan saat ikut MTQ, karena mereka cuma diajari secara berurutan saja, tapi ketika diacak dia tidak bisa,” jelasnya.

Menurutnya, istimewanya di rumah hafal Qur’an ini, meskipun tidak banyak tapi mereka bisa fokus. 

“Karena juga mengajarinya sampai larut malam, karena satu orang kan satu jam, kalau berapa orang berapa aja kalau dihitung waktunya,” ujarnya.

Sebagai informasi, banyak anak telah menuntut ilmu di rumah tahfidz ini, alhasil mereka dapat berprestasi memenangkan sejumlah lomba.

“Ada prestasi kalau tidak salah di Pagatan, itu pada 2016 kita juara harapan 2 tingkat Kabupaten. Sekarang 2021, Alhamdulillah santri kami masuk juara 6 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,Ia berharap, ke depannya agar anak telah belajar di ponpes rumah hafal Qur’an ini bisa lebih semangat dan orang tuanya bisa lebih mendukungnya,”ucapnya

Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafal, tapi diusahakan untuk diamalkan,” kata pendiri ponpes yang saat ini memiliki jumlah santri 15 anak ini,Habib Ustman mengaku tak mau apabila santrinya terlalu banyak.”Paling banyak ialah 30 orang saja,tandasnya.

 

(RedWCM)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain