663 Peserta Ikuti Munas 2 Fornas LKSA-PSAA di Banjarmasin

Screenshot_20221008-234958_Chrome~2

( PEMBUKAAN MUNAS: Ketua Komisi VIII DPR RI Dr H Ashabul Kahfi memukul gong sebagai tanda dibukanya Munas LKSA-PSAA – Foto Dok )

WARTACAKRAWALAMEDIA.COM – Musyawarah Nasional (Munas) 2 Forum Nasional LKSA-PSAA resmi dibuka di Best Western Kindai Hotel Banjarmasin, Jumat (7/10/22) malam.

Acara pembukaan Munas 2 Fornas LKSA PSAA dihadiri langsung Ketua Komisi VIII DPR RI Dr H Ashabul Kahfi, Sekretaris Dirjen Rehabsos Kementerian Sosial Sholahuddin Yahya, Komisioner KPAI Pusat Jasra Putra, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khatimah, Forkopimda Kalsel, Plt Ketum LKSA-PSAA KH Muh Syakir, Bupati dan Walikota se-Indonesia serta sejumlah alim ulama.

Ketua Panitia Munas 2 LKSA-PSAA, KH Saiful Islami melaporkan, jumlah peserta yang tercatat mengikuti Munas sebanyak 663 orang yang berasal dari LKSA-PSAA seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, hingga malam ini peserta Munas masih terus berdatangan, jumlahnya terus bertambah dan sudah mencapai 663 orang,” sebutnya.

Dia berharap, dengan iringan doa yang dipanjatkan pelaksanaan Munas ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang akan membawa pengelolaan panti asuhan yang lebih baik, mandiri, lebih maju untuk anak-anak yatim di Indonesia.


( KATA SAMBUTAN: Ketua Penasehat Fornas LKSA-PSAA, dr HM Zairullah Azhar menyampaikan kata sambutan pada pembukaan Munas LKSA-PSAA – Foto Dok )

Ketua Penasehat Fornas LKSA-PSAA, dr HM Zairullah Azhar menyampaikan, pelaksanaan Munas 2 ini merupakan momentum yang istimewa dalam memperhatikan kelangsungan anak-anak yatim dan duafa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

“Ada rahasia besar Allah yang dititipkan kepada anak-anak yatim kita. Mereka adalah anak anak yang cerdas yang kelak nanti akan menjadi kebanggan kita semua,” kata Ayah Istana Anak Yatim ini.

Zairullah menyebut, secara nasional jumlah anak yatim dan duafa mencapai 4 juta anak dan di Kalimantan Selatan anak yatim dan duafa ada sekitar 20 ribu yang membutuhkan perhatian bersama.

“Oleh karena itu dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak kepada seluruh kita saling mendukung dan bahu membahu memperhatikan mereka dalam rangka mempersiapkan generasi tangguh dimasa depan,” tambahnya.

Zairullah menyampaikan, selain persoalan kesejahteraan, kesempatan meraih pendidikan yang baik merupakan salah satu hak penting yang harus diberikan kepada anak anak yatim dan duafa.

“Di Istana Anak Yatim kita saat ini sudah ada yang berpendidikan hingga S2, itu jumlahnya ada 44 orang, lalu S1 ada 300 anak. Alhamdulillah ini merupakan hasil kerjasama kita semua,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarkatan dan SDM, Hj Husnul Khatimah SH MH dalam sambutannya menyampaikan selamat atas dilaksanakannya Munas 2 LKSA-PSAA di Banjarmasin.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Munas ini,” ujarnya.

Gubernur berharap, melalui Munas 2 LKSA-PSAA mampu menghasilkan semangat baru dan rumusan-rumusan baru dalam menjalankan organisasi sesuai visi dan misi LKSA-PSAA kesejahteraan anak yatim dan kaum duafa.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, anak adalah amanah yang harus dibina dan dididik. Tidak saja secara fisik namun juga perlindungan secara mental. Melindungi anak dari pengaruh luar yang buruk, untuk perkembangan fisik dan mental mereka,” imbuhnya.

Untuk itu lanjut Gubernur, keberadaan lembaga-lembaga pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat membantu bagi terlaksananya kebutuhan dan pemenuhan hak anak.

“Peran para orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama dibutuhkan untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap pemenuhan hak-hak anak,” pungkasnya.

Musyawarah Nasional 2 Fornas LKSA-PSAA di Banjarmasin 7-9 Oktober mengusung tema perubahan paradigma pengelolaan organisasi untuk peningkatan pelayanan dan pengasuhan

RedWCM
   (Ajie)

Berita Lain